PALEMBANG BERDAYA

Setelah Puluhan Tahun, BKB Ditargetkan Kembali Dibuka untuk Umum Awal 2027

Sibernas1.com PALEMBANG —— Setelah puluhan tahun akses masyarakat terbatas, Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang ditargetkan kembali dibuka untuk publik pada awal 2027. Revitalisasi kawasan bersejarah itu kini memasuki tahap pematangan Detail Engineering Design (DED).

Tahap awal revitalisasi difokuskan pada Bastion 1. Kodam II/Sriwijaya menargetkan pembangunan fisiknya dapat dimulai dan diselesaikan pada 2026, sehingga kawasan tersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai destinasi wisata sejarah pada awal tahun depan.

Target tersebut disampaikan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., saat mendampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau kawasan BKB, Jumat (11/9/2026).

“Tahun ini dibangun, awal 2027 dibuka untuk umum,” kata Ujang.

Menurut Ujang, proses revitalisasi Bastion 1 terus dikoordinasikan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang.

Nantinya, Bastion 1 diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Palembang. Sementara mekanisme pemanfaatan kawasan, termasuk kemungkinan penerapan retribusi bagi pengunjung, masih akan dibahas bersama Pemkot Palembang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta revitalisasi BKB tidak menghilangkan karakter dan nilai sejarah bangunan. Menurutnya, setiap tahapan penataan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif.

Fadli juga mendorong agar BKB dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

“Kita berharap bisa dilakukan revitalisasi dan kajian direkomendasikan, kemudian kita tetapkan BKB ini menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Fadli.

Ia menegaskan bangunan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan. Kawasan tersebut juga harus dirawat dan dimanfaatkan agar dapat diakses serta dinikmati masyarakat.

“Bangunan sejarah harus kita jaga, rawat, dan kita manfaatkan. Sehingga setelah direvitalisasi nanti akan banyak diakses oleh masyarakat,” katanya.

BKB sendiri merupakan salah satu peninggalan penting Kesultanan Palembang Darussalam. Benteng tersebut dibangun pada 1797 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Bahauddin yang memimpin Kesultanan Palembang Darussalam pada 1776-1803.

BACA JUGA :  Petugas Damkar Palembang Tetap Bertugas Saat Lebaran, Layanan Darurat 112 Aktif Nonstop

Fadli optimistis revitalisasi dan pembukaan akses publik akan memperkuat potensi wisata sejarah dan budaya Palembang.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut positif rencana dibukanya kembali akses BKB bagi masyarakat dan budayawan.

“Alhamdulillah, setelah puluhan tahun akses masuk BKB dibuka untuk masyarakat Palembang, juga budayawan,” ujar Ratu Dewa.

Ia memastikan penyusunan DED Bastion 1 masih dimatangkan secara komprehensif dengan mengikuti arahan Kementerian Kebudayaan.

Dalam revitalisasi tahap awal, karakter utama Bastion 1 akan tetap dipertahankan. Bentuk dan fungsi historis bangunan tidak akan diubah demi menjaga keaslian kawasan.

“Pembangunan Bastion 1 saat ini dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Perumda Tirta Musi,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan berencana memberikan dukungan pendanaan untuk revitalisasi BKB pada 2027.

Untuk 2026, kementerian lebih dahulu memprioritaskan revitalisasi sejumlah fasilitas kebudayaan di Palembang, di antaranya Museum A.K. Gani, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Sriwijaya dan Taman Budaya.

Jika tahapan revitalisasi berjalan sesuai target, mulai awal 2027 masyarakat tidak hanya bisa menikmati panorama BKB dari tepian Sungai Musi. Bastion 1 ditargetkan menjadi pintu awal bagi publik untuk kembali mengakses langsung kawasan bersejarah yang selama ini terbatas. (Fitria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker