NASIONAL

Heboh, Anggaran 11 Triliun Untuk Rekening Masyarakat, Ini Kata Pemerintah Versus Pengamat….!

Sibernas1.com Jakarta—— Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk mendanai program pembuatan rekening bank secara massal bagi masyarakat.

Hal ini kata Airlangga, difokuskan bagi WNI berusia 17 tahun ke atas melalui bank BUMN (Himbara), khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Bank Syariah Indonesia (BSI) di wilayah Aceh.

” Dana tersebut dialokasikan untuk memberi setoran awal sebesar Rp50.000 di setiap rekening baru masyarakat secara gratis. Angka Rp11 triliun muncul dari perhitungan jumlah sasaran penduduk dikalikan nilai saldo awal, ” ujarnya.

Menyikapi wacana tersebut, Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti rencana pemerintah tersebut. Menurutnya, tidak mungkin kebijakan hanya lahir dari keinginan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh rakyat memiliki rekening bank.

“Dari mana ya inspirasi kebijakan pemerintah? Masak hanya karena Pak Presiden ingin ini atau itu lalu jd sebuah kebijakan? Apakah sudah ada kajiannya?” tulisnya mempertanyakan sumber inspirasi dan kajian dari ide program tersebut di akun X pribadinya, dikutip Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan, meski tidak memahami ekonomi secara mendalam, ia mencoba mencerna dengan akal sehat.

“Rp 11 triliun untuk membuka 200 juta rekening untuk rakyat memang terdengar wow, tapi so what? Kalau negara hanya membayar Rp50.000 agar setiap orang punya rekening, sementara mereka tetap tak punya pendapatan cukup untuk mengisinya, apa yang sebenarnya dibangun? akses finansial atau sekadar angka administratif ” ungkapnya mempertanyakan.

Menurut Arif, ukuran keberhasilan seharusnya bukan jumlah rekening yang dibuka, melainkan berapa yang aktif digunakan untuk menabung, menerima penghasilan, mengakses pembiayaan produktif, dan memperkuat ketahanan ekonomi.

BACA JUGA :  Gila..!. Bukan Hanya Pertalite- Premium pun Dioplos, Rakyat Ditipu Pertamax Palsu..!

Jangan sampai Rp11 triliun habis untuk membuat 200 juta rekening, tetapi rakyat tetap tidak punya uang di dalamnya. Entahlah,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa  mengungkapkan jika, anggaran fantastis Rp11 triliun yang dikabarkan bakal dipakai untuk program tersebut baru sebatas hitungan kasar awal dan belum masuk dalam keputusan final pemerintah.

” Belum Rp11 triliun, ini anggarannya masih belum dihitung kan. Kan yang sudah punya (rekening) mungkin juga enggak dibukain,” ujar Purbaya dikutip dari inilah.com , Kamis (10/9/2026).

Purbaya menjelaskan, pihaknya saat ini masih mematangkan skema teknis dari program tersebut. Termasuk memilah mana masyarakat yang benar-benar belum tersentuh akses perbankan (unbanked) dan mana yang sudah memiliki rekening aktif.

Bendahara negara itu memastikan kas negara memiliki ruang yang aman jika program ini digulirkan. Namun, ia menyangsikan total anggaran yang terpakai akan membengkak hingga belasan triliun rupiah lantaran target penerimanya dipastikan tidak sebanyak proyeksi awal.

“Ada dana cadangan kita yang kita bisa pakai. Tapi saya yakin enggak akan sampai Rp11 triliun. Kan enggak sampai 200 juta (orang),” tegas Purbaya.

Meski detail pelaksanaan masih dibahas secara mendalam di tingkat kementerian, Purbaya membeberkan salah satu mekanisme pasti yang sudah masuk dalam skenario pemerintah.

Ke depan kata Purbaya, warga negara yang baru memasuki usia dewasa dan mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan secara otomatis dibuatkan rekening bank beserta penyaluran saldo awal dari pemerintah.

“Tapi yang saya tahu pasti adalah nanti kalau orang yang buat KTP langsung dibuka langsung rekening, langsung ditransfer uangnya ke situ juga,” terangnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker