118 Pekebun Empat Lawang Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit, Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Rakyat

Sibernas1.com PALEMBANG——- Meski menguasai sekitar 42 persen dari total luas perkebunan sawit nasional, produktivitas perkebunan rakyat masih belum optimal. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan pelatihan budidaya kelapa sawit bagi 118 pekebun Kabupaten Empat Lawang di Palembang sebagai upaya meningkatkan hasil produksi.
Peningkatan kompetensi pekebun ini dilaksanakan di Hotel Beston Palembang pada 14–19 Juli 2026, hasil kerja sama IPB Training dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, mengatakan sektor kelapa sawit memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, dalam empat tahun terakhir luas perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Empat Lawang terus berkembang hingga mencapai sekitar 7.000 hektare.
“Selain luas lahan yang bertambah, jumlah produksi juga meningkat. Pada 2025 produksi mencapai 12.120 ton, meski masih lebih rendah dibandingkan daerah penghasil sawit lainnya di Sumatera Selatan,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, kelapa sawit memberikan kepastian pendapatan bagi petani karena panen dilakukan setiap dua pekan dan hasilnya dapat langsung dipasarkan. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dinilai penting untuk mendorong peningkatan produktivitas tanaman.
Sementara itu, Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Mula Putra, SE, M.Sc., mengatakan Indonesia masih menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas perkebunan mencapai 16,8 juta hektare dan produksi sekitar 48 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun.
Namun demikian, produktivitas perkebunan rakyat masih menjadi tantangan. Perkebunan rakyat yang menguasai sekitar 42 persen dari total luas perkebunan sawit nasional baru mampu menghasilkan sekitar 3,3 hingga 3,5 ton CPO per hektare per tahun. Padahal, potensi produksinya dapat mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektare per tahun.
“Kami mengapresiasi kontribusi Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra sawit nasional dengan luas perkebunan sekitar 1,4 juta hektare. Namun produktivitasnya masih perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, pemerintah terus menjalankan berbagai program, mulai dari peremajaan tanaman sawit yang sudah tidak produktif, penyediaan sarana dan prasarana perkebunan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia pekebun melalui pelatihan.
Mula Putra menilai pelatihan yang diselenggarakan IPB Training menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pekebun, sehingga penerapan budidaya sawit yang baik dapat dilakukan secara lebih optimal dan berdampak pada peningkatan hasil produksi maupun kesejahteraan petani. (Fitria)




