
Sibernas1.com Palembang—-Setiap masa ada masanya ini bukan sekedar persoalan waktu yang berjalan tetapi juga bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu agar setiap detik yang kita lewati tidak sia-sia, karena waktu adalah hal yang tak akan pernah bisa diputar meskipun sesaat.
Bahkan di dalam Alquran terdapat beberapa surat yang menjelaskan tentang adanya masa atau waktu tertentu, “Setiap masa ada masanya”, antara lain Surat Al-‘Asr (tentang pentingnya menghargai waktu), Surat Al-A’raf ayat 34 (tentang batas waktu setiap umat), dan Surat Ali ‘Imran ayat 140 (tentang pergiliran masa kejayaan dan kehancuran di antara manusia).
Surat Al-‘Asr (103) yang terdiri dari tiga ayat yang diturunkan di Mekkah,surat ini menekankan pentingnya waktu dan mengingatkan manusia untuk tidak menyia-nyiakannya, karena setiap waktu adalah kesempatan yang berharga. Surat ini juga menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan untuk kesabaran.
Selanjutnya surat Al-A’raf ayat 34, Ayat ini menjelaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu atau ajal yang telah ditetapkan Allah, dan tidak ada yang bisa mengubahnya dengan cara apa pun, maka sebaiknya kita bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan perbuatan baik, amal sholeh, agar kita dapat kembali dalam keadaan yang baik.
Karena bila waktu kita habis tak ada lagi yang bisa diperbuat dan catatan amal kita telah ditutup, jutaan orang yang telah dikuburkan meminta untuk dihidupkan kembali hanya untuk menyembah Allah dan berbuat baik tapi tak ada yang bisa dilakukan lagi. Maka dari itu selagi nafas masih ada lakukanlah kebaikan di dunia ini tanpa perlu berharap pujian, dan balasan dari manusia karena akan terasa sia-sia, sesungguhnya Allah Maha melihat dan Maha mendengar.
Lalu ada surat Ali ‘Imran ayat 139-141. Ayat ini menjelaskan tentang hukum pergiliran masa dan kekuasaan di antara manusia, di mana suatu kaum mengalami kejayaan dan kekuasaan, kemudian bisa bergeser ke kaum lain agar memberikan pelajaran.
Saat posisi diatas Allah ingin melihat apakah kita bisa menggunakan posisi ini dengan baik atau malah justru digunakan dengan hal yang Allah benci, sebaliknya Allah juga akan mengilirkan posisi itu untuk mengetahui seberapa kuat iman kita saat berada dibawah, apakah kita akan berpaling dari nikmatnya atau kita bisa ridho menjalaninya.
Jadi “Setiap Masa Ada Masanya” Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa akan selalu ada masanya untuk segala sesuatu.
Jika seseorang sedang dalam masa kejayaan, itu adalah masanya, dan jika saat ini dalam kegagalan, itu juga masanya yang ditetapkan Allah. Segalanya terjadi atas izin Allah, selalu bersikap husnudzan (berbaik sangka) dan dapat memanfaatkan waktu yang ada saat ini. Selalu lakukan yang terbaik karena Allah bukan manusia, karena apa pun yang kita miliki saat ini hanyalah titipan semata.Kurangi bersikap sombong karena yang pantas untuk sumbong hanyalah Allah, jika Allah berkehendak apa pun yang kita miliki saat ini bisa lenyap seketika, semoga kita semua bisa menjadi hamba yang dicintai Allah…




