
.Sibernas1.com, Palembang—-Diantara syari’at dan ibadah yang agung lagi mulia pada hari raya idul adha adalah syari’at ibadah qurban. Allah SWT berfirman yang artinya. Mari dirikan sholat karena Rabb mu : dan berqurban lah ( QS: 108;2). Allah SWT memerintahkan Nabinya untuk menggabungkan dua ibadah yang agung ini ; yaitu sholat dan qurban. Keduanya termasuk ketaatan yang paling agung dan mulia. Tidak ragu lagi, sholat Id masuk dalam ayat ‘ dirikan sholat karena Rabb mu, dan qurban masuk dalam kandungan ayat ” berqurban”.
Abdullah bin Umar mengatakan, Nabi Saw tinggal di Madinah sepuluh tahun dan beliau selalu berqurban.
Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kita sekalian untuk bersama sama mencoba menggali hikmah hikmah dan pelajaran pelajaran yang terkandung dalam syari’at Qurban, diantara nya;
1, Menegakkan tauhid dan ibadah kepada Allah SWT.
Syari’at ibadah qurban mengajarkan kepada kita akan pentingnya tauhid dan adat kita menyerahkan seluruh bentuk ibadah hanya pada Allah SWT semata.
Katakanlah, Sesungguhnya sholat ku, sembelihan ku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi Nya; dan demikian itu lah yang diperintahkan kepada ku dan aku adalah orang yang pertama Tama menyerahkan diri ( kepada Allah). QS, 6: 162-163).
Maka dirikan lah sholat karena Rabb mu; dan berqurban ( QS, 108: 2).
Bahkan Rasulullah Saw menegaskan; Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah ( HR. Muslim)..
2, Meneladani Sunnah Nabi Muhammad Saw.
Ibadah qurban, agar sah dan diterima oleh Allah SWT tentu tidak sembarang semua kita sendiri, namun harus mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi, jika tidak maka amal kita tertolak
Rasulullah Saw bersabda yang y.
Barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum Idhul Adha, maka hendaklah dia mengulang lagi sebagai gantinya. ( HR. Bukhari; 5562, Muslim, 1976.).
3, Menjadi manusia yang berjiwa sosial dan peduli dengan orang lain.
Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk peduli serta mengasihi sesama — terutama orang orang lemah– dengan memberikan sebagian daging qurban kepada mereka. Allah SWT berfirman yang artinya
Maka makanlah sebagian dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya ( yang tidak meminta minta) dan orang yang meminta. Demikianlah. Kami telah menundukkan unta unta itu kepada kamu, mudah mudahan kamu bersyukur ( QS. , 22;36).
4, Menjernihkan hati dari noda.
Ibadah qurban mengajarkan kepada kita untuk menjernihkan hati kita dari noda noda hati seperti, Bakhil, rakus, cinta dunia dan sebagainya.
Allah SWT berfirman yang artinya.
Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung ( QS., 64: 16).. Sebaliknya kita dituntut untuk berjuang melawan hawa nafsu yang kerap mengajak kita untuk bermaksiat dan berbuat dosa, berjuang untuk mengalahkan kecintaan syahwat demi meraih dan menggapai ridho Allah SWT yang lebih berharga. Allah SWT berfirman yang artinya.
Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Allah SWT ( QS, 12;53).
5, Pasrah dan tunduk kepada perintah Allah
Syari’at Qurban mengajar kepada kita untuk menjadi hamba hamba Allah yang tunduk dan pasrah kepada perintah Allah SWT, sebagaimana halnya dalam kisah nabi Ibrahim.
Seorang muslim, bila mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akan mencontoh kesabaran mereka berdua dalam hal menjalankan perintah Allah dan selalu mengingat bahwa mendahulukan perintah Allah SWT di atas segala hal adalah lebih baik baginya.
Ya, demikianlah yang hendaknya kita tanamkan dalam hati kita semua, yaitu sikap pasrah dan tunduk terhadap Khabar dan hukum Allah, tanpa melirik ke kanan dan kiri. Apabila bersifat berita maka kita mengimani nya, apabila sebuah perintah melaksanakan nya, apabila larangan maka kita meninggalkannya. Kita pasrah dan yakin dengan seyakin yakinnya bahwa tidak ada perintah Allah kecuali pasti akan membawa kebaikan dan tidak ada suatu larangan kecuali pasti akan membawa kerusakan.





