Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa

Sibernas1.com Jakarta—-Tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 di perairan laut Jawa, Ahad (13/9/2026) menjadi perhatian publik. Pasalnya ratusan penumpang termasuk kru kapal masih terus dilakukan pencarian.
Memasuki hari kedua pencarian korban, tim SAR gabungan mulai menyiapkan operasi bawah laut untuk menjangkau korban yang diduga masih berada di dalam atau di sekitar badan kapal. Demikian kata, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan, posisi kapal telah berhasil ditentukan. Karena itu, wilayah pencarian yang sebelumnya dibagi menjadi delapan sektor dipersempit menjadi enam sektor.
” Pencarian kini difokuskan pada lokasi kapal dan area di sekitarnya yang memungkinkan terdapat korban, ” ujarnya.
Untuk mendukung operasi bawah laut, Basarnas mengerahkan KRI Canopus-936 milik TNI Angkatan Laut.
Kapal tersebut akan digunakan untuk membantu operasi bawah air dengan melibatkan sejumlah personel penyelam.
“Beberapa personel yang akan kita terjunkan, mulai dari Basarnas sendiri, Basarnas Special Group, kemudian kita mengerahkan dari Kopaska TNI AL dan juga teman-teman penyelam yang akan kita siapkan,” kata Syafii kepada wartawan, Senin (14/09) di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, seperti dilaporkan jurnalis Donny Muslim untuk BBC Indonesia.
Menurut Syafii, KRI Canopus memiliki kemampuan dan peralatan yang dapat dioperasikan di bawah air.
Kita mengharapkan adanya safety. Artinya mudah-mudahan cuaca bagus sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi underwater,” kata Syafii.
Selain operasi bawah laut, pencarian dari udara dan permukaan laut tetap dilakukan.
Pada hari kedua, Basarnas mengerahkan lima pesawat dari unsur Basarnas, Kepolisian, TNI AL, dan BNPB.
Sementara dari unsur laut terdapat sejumlah kapal yang disebar ke enam sektor pencarian.
Syafii mengatakan fokus pencarian berubah setelah titik kapal dapat ditentukan.
Tim SAR kini tidak lagi hanya menyisir area luas di permukaan laut, tetapi memusatkan kekuatan di sekitar lokasi kapal.
“Satu titik dari kapal itu sudah bisa kita tentukan dan mudah-mudahan tidak ada pergerakan sehingga operasi kita fokuskan kepada kapal itu sendiri,” katanya.
berikutnya.
Basarnas juga membuka posko pengaduan di Banjarmasin dan Surabaya untuk menerima informasi dari keluarga, termasuk data pendukung yang dapat digunakan untuk mencocokkan kembali manifest penumpang kapal.
‘Silakan KNKT menyelidiki secara independen’
Sementara itu, evakuasi penumpang dan kru kapal Virgo Transport yang mengalami kecelakaan pada Minggu (13/09) masih terus berlangsung. Hingga Senin (14/9) pagi, dua kapal yang membawa korban telah tiba di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pada Senin (14/0) pagi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengumumkan, jumlah terevakuasi ada 114 jiwa.
Dari jumlah itu, 108 jiwa dinyatakan selamat dan enam meninggal dunia.
Adapun yang masih dalam proses pencarian, demikian BNPB, berjumlah 129 jiwa.
Sementara, total jumlah korban ada 243 jiwa.Tentang penyebab kecelakaan kapal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Minggu (13/09) mengatakan pihaknya menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidikinya.
Dia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara profesional, independen, dan berbasis fakta, seperti dilaporkan Kompas.com.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” katanya.
Evakuasi korban terus dilakukan
Seperti dilaporkan jurnalis di Banjarmasin, Kalsel, Donny Muslim, kapal MT. Mauhaw IX tiba sekitar pukul 05.40 WITA, Senin (14/09), di pelabuhan Trisakti.
Proses evakuasi korban dari kapal tersebut dilakukan sekitar pukul 06.30 WITA.
Sebanyak 16 orang dibawa kapal tersebut, terdiri dari 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia dengan identitas MR. X.
Data pada Senin (14/09) yang dirilis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga menyebutkan, kapal MT. Mauhau mengevakuasi 15 orang selamat dan satu meninggal.
Dilaporkan pula bahwa Kapal TB. TCP sebelumnya sudah mengevakuasi satu orang selamat dan lima lainnya kondisi meninggal dunia.
Sementara Kapal MV. Haida telah mengevakuasi 69 korban selamat.
Kapal lainnya, Cahaya Bahari Jaya dilaporkan sudah mengevakuasi 22 orang korban selamat.
Dan, kapal nelayan Sri Asih disebutkan berhasil mengevakuasi satu orang selamat.
Sementara itu, KN SAR Laksmana 241 lebih dulu tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 04.21 WITA dengan membawa satu orang korban.
Para korban yang selamat selanjutnya mendapat penanganan medis di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Proses evakuasi terhadap penumpang dan kru Virgo Transport masih dilakukan oleh tim SAR.
Data jumlah korban terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi.




