Masih Ada Persoalan Krusial, Pedesterian Jalan Kolonel Atmo Ditunda

Sibernas1.com PALEMBANG —– Warga Kota Palembang yang ingin menikmati suasana malam hari di kawasan Pedestrian Kolonel Atmo (Atmo) tampaknya harus bersabar. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan peresmian kawasan tersebut masih ditunda.
Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, menegaskan bahwa sebelum diresmikan, sejumlah persoalan krusial harus diselesaikan terlebih dahulu. Di antaranya relokasi pedagang yang sebelumnya berjualan di Pedestrian Sudirman ke lokasi baru di Jalan Kolonel Atmo.
“Seluruhnya harus sudah clean and clear dan terkoordinir terlebih dulu. Kalau sudah, baru akan kita resmikan,” ujar Ratu Dewa.
Selain relokasi pedagang, Pemkot juga menaruh perhatian pada kesiapan kantong parkir dan sistem pengamanan kawasan. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, termasuk potensi kemacetan maupun konflik antar pedagang terkait pembagian lapak.
Pemkot berencana memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengisi lapak-lapak yang tersedia. Bahkan, konsep yang diusung tidak hanya sekadar pusat kuliner, tetapi juga pemberdayaan pelaku UMKM, termasuk petani lokal yang dapat memasarkan produknya di kawasan tersebut.
Untuk memastikan penataan berjalan tertib, Wali Kota telah meminta Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan melakukan inventarisasi pedagang yang akan menempati lokasi tersebut. Nantinya, para pedagang akan diberikan barcode atau tanda pengenal resmi guna menghindari praktik rebutan lapak.
“Ini benar-benar harus clear agar tidak menimbulkan masalah seperti rebutan lapak dan lainnya,” tegasnya.
Tak hanya itu, aspek kebersihan dan infrastruktur juga menjadi perhatian. Pemkot memastikan pengelolaan sampah tidak semrawut, drainase berfungsi optimal, parkir tertata rapi, serta keamanan kawasan terjaga dengan baik. Penataan lampu penerangan juga akan ditingkatkan mengingat hasil pengecekan menunjukkan kondisi pencahayaan masih kurang terang.
Dalam prosesnya, Ratu Dewa juga telah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Selatan, Dr H Edward Candra SH MH. Hal ini mengingat status Jalan Kolonel Atmo merupakan jalan provinsi. Pemprov Sumsel menyambut baik rencana tersebut dan memberikan izin untuk pengembangan pedestrian.
Bahkan, telah ada kesepakatan bersama warga serta pemilik ruko dan bangunan di sekitar kawasan tersebut. Wali Kota juga meminta camat dan lurah setempat untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat serta melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dalam proses sosialisasi.
Sesuai hasil kesepakatan dengan Pemprov Sumsel, terdapat beberapa ruas jalan yang perlu dibangun dan ditinggikan kembali guna menunjang kenyamanan dan keamanan kawasan.
Pemkot Palembang menargetkan Pedestrian Atmo dapat menjadi salah satu destinasi wisata malam baru di Kota Palembang. Namun demikian, Ratu Dewa menegaskan seluruh persiapan harus matang sebelum dilakukan peresmian.
“Kalau semua ini sudah clear, baru kita action di lapangan. Semuanya harus terkoordinasi dengan baik dahulu, baru kita lakukan peresmian,” pungkasnya. (Fitria)




